Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan ajang prestasi yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan teknologi global, PT Talenta Prestasi Indonesia (TAPRESNESIA) secara resmi mengajukan Olimpiade AI Indonesia (OAIN) Tahun 2026 ke dalam proses kurasi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS).
Pengajuan ini menjadi langkah strategis TAPRESNESIA untuk memastikan bahwa OAIN Tahun 2026 memenuhi standar mutu penyelenggaraan ajang talenta dan prestasi peserta didik yang diakui secara nasional. Seluruh dokumen administrasi, persyaratan teknis, serta kelengkapan pendukung pengajuan telah diselesaikan dan diajukan sesuai jadwal Kurasi Batch 8 Tahun 2026.
Direktur Utama PT Talenta Prestasi Indonesia (TAPRESNESIA), Fajar Indra Kurniawan, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa pengajuan kurasi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TAPRESNESIA dalam membangun ekosistem kompetisi yang profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
“Kami terus berupaya menghadirkan ajang prestasi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki kualitas penyelenggaraan yang baik dan memberikan dampak positif bagi pengembangan talenta peserta didik. Oleh karena itu, OAIN Tahun 2026 kami ajukan dalam proses kurasi PUSPRESNAS sebagai bentuk keseriusan dan tanggung jawab kami sebagai penyelenggara,” ungkapnya.
Olimpiade AI Indonesia (OAIN) merupakan kompetisi nasional yang dirancang untuk meningkatkan literasi dan kompetensi peserta didik dalam bidang Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Ajang ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi AI secara bijak dan produktif.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, penguasaan AI menjadi salah satu keterampilan masa depan yang semakin dibutuhkan. Melalui OAIN, peserta didik diajak untuk memahami konsep-konsep dasar kecerdasan buatan sekaligus mengeksplorasi berbagai penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, industri, dan masyarakat.
Fajar menambahkan bahwa pengakuan melalui proses kurasi akan menjadi nilai tambah bagi peserta maupun penyelenggara karena menunjukkan bahwa ajang yang dilaksanakan telah melalui proses evaluasi dan penilaian yang objektif.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh guru, peserta didik, orang tua, sekolah, serta mitra pendidikan di Indonesia. Semoga OAIN Tahun 2026 dapat melalui proses kurasi dengan baik dan menjadi salah satu ajang yang berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi era kecerdasan buatan dan transformasi digital,” tambahnya.
Kurasi sendiri merupakan proses penilaian dan pemberian pengakuan resmi terhadap ajang talenta yang diselenggarakan oleh lembaga di luar pemerintah. Melalui proses ini, berbagai aspek penyelenggaraan akan dievaluasi, mulai dari legalitas, tata kelola, sistem kompetisi, manfaat bagi peserta didik, hingga keberlanjutan program.
Sesuai ketentuan yang berlaku, hasil kurasi diperkirakan akan diumumkan sekitar tiga bulan setelah penutupan Kurasi Batch 8 Tahun 2026.
Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan talenta, penyelenggaraan ajang prestasi, dan inovasi teknologi edukatif, TAPRESNESIA berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program unggulan yang mampu mendorong lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, inovatif, adaptif, dan siap bersaing di era teknologi masa depan.